Dibongkar Ajudan, Uang Simpanan Presiden Soeharto, Benarkah Jumlahnya Triliunan? Ini Faktanya

oleh

Uri.co.id –  Dibongkar Ajudan, Uang Simpanan Presiden Soeharto, Benarkah Jumlahnya Triliunan? Ini Faktanya

Apapun pemberitaan tentang Presiden Soeharto selalu menjadi viral.

Termasuk soal keluarganya, keluarga Cendana disebut sebagaia keluarga kaya raya dan terpandang. 

Belakangan kembali jadi pembicaraan soal harta bendanya.

Mantan ajudan Presiden Soeharto mengungkapkan soal uang simpanan Soeharto yang disebut-sebut mencapai triliunan rupiah. Benarkah begitu?

Tumbangnya Soekarno di pertengaghan dekade 60-an, membuat Soeharto naik menjadi seorang presiden.

Saat menjadi Presiden Republik Indonesia, Soeharto menempati jabatannya cukup lama.

Tepatnya, Soeharto menjadi presiden selama 32 tahun.

Pada tahun 1998, kekuasaan Soeharto mulai goyah.

Hingga pada puncaknya, kekuasaan Soeharto benar-benar jatuh pada Mei ‘1998.

Meski telah jatuh, Soeharto masih meninggalkan kenangan bagi sejumlah orang, tidak terkecuali para pengawalnya.

Satu di antaranya adalah Letjen TNI Purnawirawan Soegiono.

Dalam buku “Pak Harto, The Untold Stories” yang diterbitkan pada tahun 2012, Soegiono mengaku pernah menjadi ajudan Soeharto.

Saat dipilih, dia sedang menjabat sebagai Komandan Brigade Lintas Udara 17 Kostrad.

Soegiono mengaku memiliki sejumlah kenangan selama menjadi ajudan Soeharto.

Satu diantaranya terkait pakaian yang dikenakan oleh Soeharto.

Menurutnya, Soeharto merupakan orang yang bandel apabila sudah berurusan dengan pakaian kesayangannya.

“Beberapa kali saya meminta pengurus rumah tangga agar menyimpan saja celana dan kaus golf Pak Harto yang usang, tetapi beliau malah menanyakan celana dan kaus yang biasa dipakainya,”ujar Soegiono dalam buku itu.

Tidak hanya itu, Soeharto kemudian meminta kaus barunya yang sudah disiapkan Soegiono di dalam koper untuk dikeluarkan.

Bukannya dikenakan, kaus-kaus baru itu justru dibagikan Soeharto kepada staf yang lainnya.

Dengan begitu Soeharto tetap mengenakan kaus yang lama saat bermain golf.

Oleh karena itu, Soegiono pun heran saat banyak orang yang menghujat Soeharto.

“Cobalah kita pikirkan kembali, siapakah yang menikmati apa yang sudah diperjuangkan Pak Harto selama hidupnya, selain kita semua?”kata Soegiono.

Selain itu, menurut Soegiono juga masih ada orang yang menuduh Soeharto menyimpan uang triliunan rupiah.

“Malah saya juga dibilang sebagai penyimpan uang Pak Harto. Saya berani katakan bahwa saya tahu persis berapa besar uang yang dimiliki Pak Harto,” ucap Soegiono.

Soegiono mengungkapkan, Soeharto memiliki rasa kepedulian terhadap banyak hal yang terkait kemanusiaan.

Beberapa diantaranya diwujudkan berupa peningkatan kesejahteraan keluarga para veteran, keluarga prajurit, pendidikan untuk anak-anak tidak mampu, pemberdayaan ekonomi rakyat, pelestarian budaya, dan masih banyak lagi.

Bahkan, Soegiono berpendapat semua yayasan yang dimiliki Soeharto memang ditujukan untuk hal itu.

“Ketika orang lain mencerca yayasan-yayasannya tersebut, Pak Harto pun bergeming. Bahkan, hebatnya, Pak Harto tidak pernah marah atas hujatan-hujatan itu,” tandas Soegiono.

Terbongkar Isi Buku Khusus Milik Soeharto Saat Jadi Presiden oleh Mantan Kapolri, Diberi Daftar Urut

Isi buku khusus milik Soeharto saat menjadi presiden dibongkar seorang mantan Kapolri.

Mantan Kapolri itu menyebut, buku khusus Soeharto saat menjadi presiden itu sampai diberi daftar urut.

Apa isi khusus Soeharto itu?

Diketahui, sosok Soeharto tentunya menyisakan kenangan tersendiri bagi sejumlah orang, seusai memimpin Indonesia selama 32 tahun, termasuk bagi para mantan ajudannya.

Satu di antaranya adalah Sutanto, yang juga pernah menjadi Kapolri pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam buku, “Pak Harto, The Untold Stories”, Sutanto memang mengakui pernah menjadi ajudan Soeharto.

Sutanto menjadi ajudan Soeharto pada tahun 1995 hingga 1998.

Selama menjadi ajudan, Sutanto menyebut Soeharto sebagai seorang pemimpin yang memiliki prinsip dan konsisten.

Menurutnya, selama menjabat sebagai presiden, keputusan Soeharto tidak ada yang bertentangan satu sama lainnya.

Sutanto mengungkapkan, hal itu tidak lepas dari adanya buku khusus yang dimiliki Soeharto.

Buku itu berisi berbagai hal yang penting secara sistematis.

Termasuk setiap masukan atau keputusan juga dicatat dalam buku khusus tersebut.

“Bahkan Pak Harto memberi daftar urut dan memisahkan bagian per bagian berdasarkan siapa menterinya atau apa topik permasalahannya,” kata Sutanto.

Sehingga, atas bantuan catatan dalam bukunya itulah Soeharto mampu melihat sejumlah persoalan.

“Dibantu dari buku itulah, Pak Harto sebagai presiden dan kepala negara bisa melihat kemajuan atau progres berbagai masalah yang tengah dihadapi oleh pemerintah,” lanjut Sutanto.

Sutanto pun menyebut Soeharto sebagai seorang administrator yang baik dan teliti.

Update info terbaru tentang Timur dengan Subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun twitter kami: 

A

 Wartakotalive  Ajudan BONGKAR Soal Uang Simpanan Soeharto, Nilainya Triliunan Rupiah, Benarkah Begitu?, http://wartakota.Uri.co.id/2019/06/04/ajudan-bongkar-soal-uang-simpanan-soeharto-nilainya-triliunan-rupiah-benarkah-begitu?page=all.

Editor: Max Agung Pribadi ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!