Wahyu Jayadi, Tersangka Pembunuh Pegawai UNM Salat Id di Mapolres Gowa

oleh

Uri.co.id, SUNGGUMINASA – Wahyu Jayadi, tersangka kasus Pembunuhan Pegawai UNM kampus Universitas Negeri Makassar melaksanakan salat id di halaman Mapolres Gowa, Rabu (5/6/2019) pagi.

Dosen bergelar doktor tersebut melaksanakan salat bersama 20 tahanan lainnya yang menjalani tahapan prosedur hukum.

“Tahanan Polres Gowa mengikuti kegiatan sholat Idulfitri di halaman Polres Gowa,” kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga kepada .

Kantor Polres Gowa diketahui memang dijadikan tempat pelaksanaan salat Idulfitri 1440 Hijrah untuk pertama kalinya.

Salat id digelar bersama Pejabat Utama dan personel Polres Gowa, keluarga personel, tokoh masyarakat serta masyarakat sekitar.

Wahyu Jayadi kali ini mesti menikmati lebaran Idulfitri 1440 Hijriah di balik jeruji besi.
Wahyu Jayadi ketika digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Minggu (24/3/2019) lalu.

Wahyu Jayadi ketika digiring petugas ke sel tahanan Mapolres Gowa, Jl Syamsuddin Tunru, Minggu (24/3/2019) lalu. ( TIMUR/ARI MARYADI)

Jauh berbeda dengan perayaan Idulfitri tahun lalu yang penuh kehangatan dan suka cita keluarga. Ayah empat anak ini tak lagi berlebaran di kampung halaman, Kabupaten Sinjai.

Ketika itu, Wahyu Jayadi berkumpul bersama istri tercinta, empat anaknya, enam saudara, serta kedua orang tuanya di Kabupaten Sinjai. Suasana penuh dengan kehangatan dan suka cita.

Kuasa Hukum Wahyu Jayadi, M Shyafril Hamzah mengatakan, istri, anak-anak Wahyu Jayadi berkumpul di Kota Makassar untuk merayakan hari raya Idulfitri. Ibunda Wahyu Jayadi juga turut hadir.

Sayangnya, kata Shyafril, polisi tidak memperkenakan Wahyu Jayadi dibesum keluarga pada hari H lebaran. Padahal sanak keluarganya memiliki keinginan untuk membesuk Wahyu Jayadi di tahanan.

“Sebenarnya keluarga mau membesuk, tapi Polres Gowa belum mengabulkan,” kata Shyafril.

Hingga hari ini, Wahyu Jayadi telah hampir tiga bulan mendekam dalam sel tahanan Mapolres Gowa. Ia tahan sejak Minggu 24 Maret 2019 lalu.

Dosen doktor jebolan Universitas Negeri Jakarta ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan pegawai kampus Universitas Negeri Makassar, Siti Zulaeha Djafar.

Eks Ketua UPT KKN UNM ini dijerat dengan pasal dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dilapis pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiyaan berat menimbulkan kematian.

Update info terbaru tentang Timur dengan Subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun twitter kami: 

A

A ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!