Lagi, Bupati Pangkep Minta Maaf Tak Salat Id di Ibukota Kabupaten

oleh

Uri.co.id, PANGKAJENE — Untuk kesekian kalinya, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Syamsuddin A Hamid tak menunaikan ibadah Salat Idulfitri di Ibukota Kabupaten, Pangkajene.

Stadion Andi Mappe, Jl Beringin, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, kembali jadi venue Salat Ied 1440 Hijriyah.

Syamsuddin sudah menjabat 8 tahun menjadi Bupati Pangkep, atau melewati pertengahan periode keduanya sebagai kepala daerah ke-10 Kabupaten Pangkep, sejak 2010 lalu.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, Bupati Pangkep tak bisa salat di sini. Pimpinan SKPD disebar di pelosok dan kepulauan,” kata Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana, sebelum membacakan sambutan tertulis kepala daerah di Mimbar Salat Ied, Stadion Andi Mappe, KePangkajene, Pangkep, Rabu (5/6/2019) pagi.

Informasi yang diperoleh , bupati yang juga Ketua DPD Partai Golkar Pangkep ini, menunaikan salat ied di sebuah desa di Kacamatan Labbakkang, sekitar 11.5 k tenggara ibu kota.

Dalam catatan , Syamsuddin menunaikan salat ied di lokasi resmi yang ditentukan Panitia Hari Besar Islam (PBHI) Pangkep, hanya pada Lebaran 1433 Hijriyah, atau tahun pertama di menjabat kepala daerah, Februari 2010.

Dalam catatan kedua, Syamsuddin juga menunaikan salat ied di tahun terakhir periode pertamannya, tahun 2015 lalu.

Bupati senantiasa mendelegasikan pembacaan sambutan resmi kepada Wakil Bupati. 

Di periode pertama (2010-2015) dimandatkan kepada Abdul Rahman Asseggaf. Sedangkan untuk tiga tahun terakhir, mandat sambutan itu diberikan kepada Syahban Sammana.

Dalam catatan PBHI Pangkep, Bupati Syamsuddin-lah yang memilih jarang bergabung dengan warga dari dua kecamatan di ibu kota kabupaten, Pangkajene dan Minasate’ne.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pangkep mengatakan memasuki tahun ke-4 kepemimpinannya banyak yang sudah dibangun dan banyak juga yang belum terealisir.

“Pemenuhan kebutuhan masyarakat di aneka sektor, pertanian, perikanan, sosial, pendidikan dan infrastruktur, akan kami upayakan terus,” ujar Syahban, yang juga putra Bupati ke-2 Pangkep, Kolonel HM Hasan Sammana (1979-1984) ini.

Berbicara di hadapan sekitar 2000-an jamaah salat ied, pemerintah kabupaten juga mengabarkan prestasi pengelolaan keuangan daerah dengan predikat Wajar Tanpa Pangecualian (WTP) dari

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi.

“Ini predikat WTP ke-delapan, dan sudah enam kali berturut-turut,” ujarnya.

Wabup juga menyampaikan kabar gembira lain, berupa penghargaan internasional dari lembaga layanan publik PBB, Unesco.

“Tanggal 21 Juni 2019 ini, Pak Bupati akan memendapatkan penghargaan inivator pelayanan publik di Eropa, penghargaannya diberikan di Azerbaijan dan Georgia, Eropa timur,” ujar Syahban. (*)

Update info terbaru tentang Timur dengan Subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun twitter kami: 

A

A ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!