Inilah Gories Mere yang Jadi Target Pembunuhan, Punya Masa Lalu dengan Abu Bakar Baasyir & Dr Azhari

oleh

Uri.co.id – Nama Gories Mere menjadi satu dari 4 tokoh nasional yang rencananya akan dibunuh pada kerusuhan Aksi 22 Mei kemarin.

Gories Mere disebut langsung oleh Kapolri Tito Karnavian bahwa namanya menjadi target Pembunuhan

Lantas, siapakah dia? 

Bagaimana sosoknya hingga masuk dalam daftar sasaran pembunuh bayaran.

Gories Mere ikut menjadi target pembunuhan bersama Menkopolhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, dan Kepala BIN Budi Gunawan.

Kempat tokoh tersebut kini memiliki jabatan di lingkungan Presiden Joko Widodo ( Jokowi). Adapun Gories Mere sekarang menjabat sebagai Staf Khusus Bidang Intelijen.

Gories Mere disebut-sebut sebagai dalam penangkapan Abu Bakar Baasyir dalam kasus terorisme. Tak hanya itu, dia juga terlibat dalam penangkapan Dr Azhari yang tewas di Kota Batu, Jawa Timur.

Staf khusus Presiden Jokowi ini memiliki karier mentereng.

Wow.com (grup ) merangkum sepak terjang pemilik nama lengkap Gregorious Gories Mere ini merupakan lulusan AKABRI Kepolisan pada 1976.

Ia melanjutkan di tingkat Sespimpol pada 1992 dan Sesko ABRI pada 1998.

Seperti dilansir situs perusahaan Darma Henwa, kariernya melesat setelah mengemban tugas sebagai Kasatserse Um Dit Serse Polda Metro Jaya, lalu menjadi Kapolres Metro Jakarta Timur, dan Kadit Serse Polda Jabar.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kadit Serse Polda Metro Jaya, Irpolda Nusa Tenggara Timur, Wakapolda Nusa Tenggara Timur, Dirserse Pidana Narkoba Mabes Polri, dan Wakabareskrim Polri.

Dikutip dari Kompas.com (jaringan ), di 2010, Gories Mere menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan gelar jenderal bintang tiga.

Lelaki kelahiran Medan ini juga pernah berkiprah di Perintis Detasemen Khusus 88 (Antiteror) Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Ia juga merupakan mantan Kepala Densus 88 yang dituding menjadi dalang penangkapan teroris Abu Bakar Baasyir.

Serta terlibat dalam penangkapan teroris Dr Azhari.

Nama Gories Mere juga pernah disebutkan Abu Bakar Baasyir saat berada di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Densus 88 mempunyai pasukan khusus satgas anti bom dibawah komando Gories Mere. Semua saksi-saksi sudah disiapkan dengan tekanan Densus 88. Dalam kasus Aceh ini orang-orang yang jadi saksi saya juga mengadapi siksaan,” kata Abu Bakar Baasyir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 2011 silam.

Menjadi sasaran pembunuhan juga bukan kali pertama dialami oleh Gories Mere.

Dikutip dari news, saat menjabat sebagai Kepala BNN, Gories Mere pernah dikirimi paket bom.

Bom tersebut berupa buku yang ditujukan untuk politisi Partai Demokrat di tahun 2011.

Tak hanya di kantor, di rumah ia juga pernah dikirimi paket bom tersebut.

Saat ini, Gories Mere menjadi Staf Khusus untuk Presiden Joko Widodo sebagai staf khusus bidang intelijen.

Ia diangkat menjadi staf khusus pada Juli 2017 bersama dengan beberapa staf khusus lainnya.

Pada waktu itu, pengangkatan Gories Mere menjadi pertanyaan banyak pihak karena banyak yang menganggap tugasnya sama dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Namun, sampai saat ini ia masih menjabat di posisi tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Gories Mere menjadi satu dari 4 tokoh yang diancam dibunuh oleh sekelompok orang dalam aksi 21-22 Mei 2019.

Dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019), Kapolri Jendral Po.

Tito Karnvian menyebutkan nama Menko Polhukam Wiranto juga termasuk dalam daftar target yang direncanakan akan dibunuh.

Tito menyebutkan, ada 4 tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan.

Dijelaskannya, nama-nama tokoh negara ini berdasarkan keterangan dari para pelaku dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

“Dasar kami sementara hanya BAP pro justitia, hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan karena berdasarkan informasi intelijen, beda,” jelas Tito dikutip dari tayangan Live tvone.

“Mereka (para perusuh yang ditangkap) menyampaikan nama Pak Wiranto,” kata Tito, disambut acungan jari oleh Wiranto yang duduk di sampingnya.

“Terus ada Pak Luhut Menko Maritim, ketiga itu adalah Pak KaBIN (Budi Gunawan), keempat Bapak Gories Mere,” sambung dia.

Selanjutnya, Tito menyebutkan ada juga pimpinan lembaga survei yang menjadi target dari kelompok perusuh itu.

Namun, Tito tak mau menyebutkan nama siapa yang ia maksud.

“Yang jelas kami selalu sejak awal, kami memberikan informasi, memberikan pengawalan-pengawalan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri M. Iqbal memberikan keterangan soal aksi yang terjadi pada 21 dan 22 Mei.

Dalam konferensi pers yang dilansir oleh Kompas TV, Iqbal menyebutkan ada 6 tersangka yang ditangkap karena menarget pembunuhan, Senin (27/5/2019).

Kelompok tersebut berupaya melakukan pembunuhan pada 4 pejabat negara dan seorang pimpinan lembaga survei.

Seorang tersangka berinisial HK dalam keterangan polisi diberikan bayaran Rp 150 juta untuk melakukan pembunuhan tersebut.

“Tersangka HK inisialnya beralamat di perumahan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor,” ujar Iqbal.

“HK ini perannya adalah leader mencari senjata api sekaligus juga mencari eksekutor, tapi juga sekaligus menjadi eksekutor serta memimpin tim turun pada aksi 21 Mei 2019.”

“Jadi yang bersangkutan itu ada pada 21 tersebut dengan membawa satu pujuk senpi revolver.”

“Yang bersangkutan menerima uang 150 juta rupiah, ditangkap 21 Mei di lobi Hotel Megaria Menteng,” tutur Iqbal.

Sementara dilansir Kompas.com, diketahui pembunuhan tersebut sudah direncanakan sejak Oktober 2018.

Saat itu, HK diminta untuk membeli dua punjuk senjata laras pendek di Kalibata.

HK lalu menyerahkan dua senjata tersebut pada tiga rekannya yakni AZ,TJ, dan IR.

TJ bertugas untuk membunuh dua tokoh nasional.

Dapat Hadiah dari Jokowi, Juara MTQ Internasional Berangkatkan Umroh Orangtuanya

Pekan ke-3 Liga 1 2019 Tira-Persikabo akan menjamu PSM Makassar

“Saya tak sebutkan di depan publik. Kami TNI Polri sudah paham siapa tokoh nasional tersebut,” kata Iqbal.

Lalu pada 12 April, HK kembali mendapat perintah lagi untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya.

“Jadi, ada empat target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional,” ujarnya.

Sementara AZ diminta untuk membunuh satu pimpinan lembaga survei.

“Tersangka sudah beberapa kali menyurvei rumah tokoh tersebut,” kata Iqbal.

Uri.co.id Gories Mere Staf Presiden Dalang Penangkapan Abu Bakar Ba’asyir & Dr Azhari Jadi Target Pembunuhan ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!