Belum Ada Gugatan Kadir Halid-Arfandy Idris di MK

oleh

Uri.co.id, MAKASSAR — Berdasarkan pantauan Timur disitus resmi MK, hingga malam tadi, belum ada gugatan teregistrasi atas nama caleg DPRD Sulsel dari Partai Golkar Kadir Halid maupun Arfandy Idris.

Berbeda dengan pengakuan Juru Bicara Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai.

Empat calon legislatif (caleg) Golkar di Sulawesi Selatan (Sulsel) bisa mengajukan gugatan atau sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Dua caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel yakni Kadir Halid, dan Arfandy Idris.

Sedangkan, dua caleg DPRD kabupaten/ kota yakni Arifin Dg Marola (Selayar) dan satu caleg DPRD Pangkep. Gugatan selanjutnya ke MK bisa dilakukan empat caleg tersebut menyusul dikabulkannya permohonan gugatan mereka di Mahkamah Partai Golkar, Kamis (23/5) kemarin.

Sesuai mekanisme Golkar, setiap caleg harus mengajukan dulu permohonan gugatan ke Mahkamah Partai. Jika dikabulkan melalui rekomendasi partai, gugatan bisa berlanjut ke MK.

“Hanya empat caleg Golkar lolos di Mahkamah Partai ke MK, ada dua caleg Golkar provinsi yakni Pak Kadir dan Arfandi,” kata Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhammad Risman Pasigai, Kamis (23/5).

Terpisah, Arfandy mengaku, gugatan ke Mahkamah Partai dan MK karena formulir C1 sangat susah diakses di Selayar. C1 adalah hasil perhitungan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS).  

“Kita tak bisa tembus saksi dan C1 di Selayar,” jelasnya.

Kadir belum memberikan penjelasan. “Pak Kadir sedang sakit, beliau berada di Jakarta,” jelas Fachruddin Rangga, kolega Kadir di DPRD Sulsel.

Arfandy hanya selisih 841 suara dari caleg Golkar terpilih Ince Langke di Dapil IV Sulsel (Jeneponto, Bantaeng, Selayar).

Sedangkan, selisih suara Kadir dengan caleg terpilih Golkar di Dapil Sulsel I Makassar A mencapai 7.617 suara.(lihat: sengketa caleg golkar provinsi).

Selain Kadir dan Arfandy, dua caleg petahana provinsi juga mengajukan permohonan serupa ke Mahkamah Partai yakni Imran Tenri Tatta dan Marthen Rantetondok. 

Tapi Imran yang maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel II Makassar B (Kecamatan Panakkukang, Manggala, Tamalanrea) serta Marthen di Dapil XI (Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur, tak diizinkan Mahkamah Partai melanjutkan sengketa ke MK.

Sebelumnya, permohonan Imran yang juga putra mantan Gubernur Sulsel Amin Syam, terkait dugaan pengurangan suaranya dan penggelembungan suara caleg internal partainya dikabulkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.

Atas rekomendasi Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel melakukan sinkronisasi suara ulang bertepatan rekapitulasi tingkat provinsi di Hotel Harper, Jl Perintis Kemerdekaan, belum lama ini.

Meski ada perubahan suara Imran maupun koleganya Rahman Pina jumlahnya tak signifikan.

Terpisah, kuasa hukum Marthen, Viani Oktavianus, membenarkan kliennya urung bersengketa ke MK.

“Tak ada keputusan karena kita tak tahu bagaimana proses pengambilan keputusan di Mahkamah Partai,” jelasnya.

Namun, proses laporan dugaan penggelembungan suara di Bawaslu Sulsel tetap jalan.
Anthony Sinisuka Ginting saat menjalani laga kontra Viktor Axelsen dalam duel penyisihan Grup B Piala Sudirman 2019 antara Indonesia kontra Denmark, Rabu (22/5/2019)

Anthony Sinisuka Ginting saat menjalani laga kontra Viktor Axelsen dalam duel penyisihan Grup B Piala Sudirman 2019 antara Indonesia kontra Denmark, Rabu (22/5/2019) (BADMINTON INDONESIA)

Marthen melaporkan dua caleg terpilih Taqwa Muller Husler dan Andi Hatta Marakarma. “Ketika ada hasil berkekuatan tetap dari pengadilan maka kita pasti masih bisa lanjut ke mahkamah partai,” ujarnya.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Timur:

Follow juga Instagram Timur: ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!