Penyebab Gelar Prof dan Guru Besar Amien Rais Hilang, Tak Terkait Pilpres, Berikut Penjelasan UGM

oleh

SLEMAN, Uri.co.id – Penyebab gelar profesor dan guru besar Amien Rais hilang, tak terkait Pilpres.

Politisi Partai Amanat Nasional ( PAN) itu kini tak berhak lagi menyandang gelar profesor dan tak lagi menjabat guru besar.

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Profesor Koentjoro mengatakan bahwa status guru besar atau profesor yang disandangkan pada politikus senior Amien Rais sudah tidak berlaku lagi.

Menurut Koentjoro, jabatan guru besar atau gelar profesor hanya berlaku di lingkungan akademik.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( Sisdiknas), sebutan guru besar atau profesor hanya dipergunakan selama yang bersangkutan masih aktif mengajar atau mendidik pada perguruan tinggi.

“Beliau kan saat ini sudah pensiun, jadi seharusnya jabatan sebagai guru besar otomatis juga hilang,” kata Koentjoro, Jumat (24/5/2019).

Hal serupa juga disampaikan Rektor UGM ( Universitas Gadjah Mada), Panut Mulyono.

Menurutnya, secara institusi Amien Rais sudah purna dari UGM.

Secara struktur organisasi pun tidak memiliki ikatan lagi dengan UGM.

Itu sebabnya, Panut Mulyono menyatakan apa pun pernyataan yang dilontarkan oleh Amien Rais jelas menjadi tanggung jawab pribadi, bukan lagi tanggung jawab universitas.

Pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM, Mochtar Masoed turut menegaskan bahwa Amien Rais adalah warga bebas.

Sebab pihak UGM menyatakan menjunjung tinggi nilai kebebasan seseorang.

Termasuk dalam hal menyampaikan pendapat.

“Siapa pun juga tidak bisa mengendalikan pikiran seseorang,” kata Mochtar Masoed.

Berdasarkan data situs resmi Keluarga Alumni Fisipol UGM (Kafispol Gama), Amien Rais diketahui sempat menyandang guru besar Fisipol UGM (Ka

Amien Rais juga diketahui merupakan lulusan jurusan hubungan internasional angkatan 1962.

Riwayat Pendidikan 

Berikut riwayat pendidikan Amien Rais hingga menjadi guru besar UGM.

* SD Muhamadiyah I Surakarta

* SMP Muhammadiyah Surakarta

* SMA Muhammadiiyah Surakarta

* Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada (1968)

* Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (1969)

* Magister Ilmu Politik University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat (1974 )

* Doktor Politik Timur Tengah University of Chicago, Amerika Serikat (1981-1984).

Riwayat Jabatan dan Pekerjaan

Berikut riwayat jabatan dan pekerjaan (karier) Amien Rais.

* Dosen Fisipol UGM (1969-1999)

* Pengurus PP Muhammadiyah (1985)

* Asisten Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (1991-1995)

* Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (1995)

* Wakil Ketua PP Muhammadiyah (1991)

* Direktur Pusat Kajian Politik (1988)

* Peneliti Senior BPPT (1991)

* Anggota Grup V Dewan Riset Nasional (1995-2000)

* Ketua Umum PP Muhammadiyah (1995-2000)

* Ketua Umum Partai Amanat Nasional (1998-2005)

* Ketua MPR RI (1999-2004)

* Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (2010-2015)

* Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (2015-2020)

Diperiksa Polisi

Sementara, dari Jakarta pada hari yang sama, Amien Rais sekaligus anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno diperiksa sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

Dia datang membawa buku berjudul Jokowi People Power.

Buku tersebut dipamerkan Amien Rais kepada awak media sesaat sebelum dirinya meninggalkan ruang penyidikan untuk melaksanakan shalat Jumat.

“Saya membawa buku people power,” ujar Amien Rais kepada awak media di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Jumat kemarin merupakan panggilan kedua pemeriksaan Amien Rais.

Sebelumnya, Amien Rais mangkir dari panggilan pertama penyidik pada 20 Mei dengan alasan memiliki kesibukan lain.(*) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!