TRIBUNWIKI: Apresiasi Kinerja TNI dan Polri Saat Kerusuhan 22 Mei, Berikut Profil Dian Sastrowardoyo

oleh

-TIMU.COM, MAKASSAR – Kerusuhan anarkistis yang terjadi di Jakarta pada 22 Mei 2019 setelah pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini, menimbulkan kecaman sekaligus menggugah hati banyak orang

.Salah satunya aktris Dian Sastrowardoyo yang menyuarakan apresiasinya terhadap aparat polisi dan TNI yang selama dua hari ini mengamankan ibu kota.

“Terimakasih utk KPU dan Bawaslu, juga segenap jajaran Polri dan TNI yg telah sekuat tenaga menjaga rakyat Indonesia dari kekacauan,” tulis Dian sambil memajang fotonya yang bertuliskan ‘Kami Bersama TNI & Polri’ di akun Instagram-nya, @therealdisastr, Kamis (23/5/2019).

“Diatas kekuasaan, selalu ada yang lebih tinggi daripada itu semua. Yaitu persatuan kita. #KamiBersamaTNIdanPolri #PrayForIndonesiaDemocracy #TidakAtasNamaSaya,” tambahnya.

Ia pun mengenang masa remajanya saat merasakan peristiwa Mei 1998. Dian bercerita bahwa kala itu, ia masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan sekolahnya terpaksa diliburkan selama tiga hari karena kerusuhan.

“Keadaannya tidak berbeda jauh dengan kekisruhan hari ini, ketika sebagian besar kantor dan sekolah diliburkan. Tuntutan rakyat dan mahasiswa pada waktu itu adalah memaksa Suharto turun setelah 32 tahun berkuasa. People power berhasil,” tulis Dian.

Ia melanjutkan, kekuatan rakyat ketika itu telah berhasil menumbuhkan reformasi dan demokrasi tumbuh. Lembaga-lembaga seperti KPK, KPU, Bawaslu lahir. Tak ada lagi dwifungsi ABRI, reformasi Polri terjadi, serta pemilu akhirnya dilakukan secara langsung.

Meski “people power” saat itu akhirnya sukses membuat perubahan yang lebih baik di Indonesia, Dian mengaku tetap mengecam kekerasan yang terjadi di dalamnya.

“Sebagai perempuan dan seorang Ibu, saya sadar masih banyak kemajuan yang harus kita kejar bersama sebagai sebuah bangsa. Kemajuan itu tidak selalu linear, tapi percayalah every baby steps count. Dan sbg seorang perempuan, saya akan selamanya menolak jalan kekerasan,” tulisnya.

“Oleh karena itu ijinkan saya memberi apresiasi yang setingginya utk pemilu kita yang baru saja usai,” tambah Dian.

Dian Sastrowardoyo

Melansir dari wikipedia.org Dian Paramita Sastrowardoyo, yang populer dengan nama Dian Sastrowardoyo atau Dian Sastro adalah seorang pemeran Indonesia.

Dian Sastrowardoyo meraih kepopuleran setelah tampil memukau di film Pasir Berbisik tahun 2001, dan sebagai Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? tahun 2002.

Setelah vakum selama 6 tahun pasca menikah Dian kembali tampil memukau di film 7/24 tahun 2014 dan Ada Apa Dengan Cinta? 2.

Karier

Dian Sastrowardoyo memulai kariernya di dunia hiburan pada tahun 1996, sebagai juara pertama di ajang GADIS Sampul majalah GADIS.

Ia disebut-sebut sebagai ikon kebangkitan film nasional bersama rekannya di film Ada Apa dengan Cinta?, Nicholas Saputra.
Film pertamanya Bintang Jatuh (2000), karya Rudi Sujarwo, diedarkan indie di kampus-kampus dan tidak ditayangkan di bioskop.

Di film tersebut, Dian beradu akting dengan Marcella Zalianty, Garry Iskak, dan Indra Birowo.

Film selanjutnya pada tahun 2001, Pasir Berbisik menyandingkannya untuk beradu akting dengan Christine Hakim, Slamet Rahardjo, dan Didi Petet.

Lewat film ini, Dian dianugerahi pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2002) dan Festival Film Asia di Deauville, Prancis (2002).

Ia juga pernah menjadi pembawa acara kuis Super Miliarder 3 Miliar yang ditayangkan di ANTV. Selain itu, ia juga pernah membintangi serial TV yang berjudul Dunia Tanpa Koma di RCTI

Melanjutkan kariernya di dunia film Indonesia, ia berperan di film pendek yang berjudul Drupadi, di mana ia juga bertindak sebagai produser di film ini.

Pembawa obor di ajang Olimpiade 2008 ini kembali disandingkan bersama Nicholas Saputra pada film yang berjudul 3 Doa 3 Cinta yang merupakan film dengan nuansa religius yang dibesut oleh sutradara Nurman Hakim.

Di ajang International Festival of Asian Cinema Vesoul, 3 Doa 3 Cinta berhasil membawa pulang penghargaan Grand Prize of the International Jury.

Dian juga berkesempatan melangkahkan kakinya di Cannes Film Festival 2012 di Prancis mewakili Asia Tenggara sebagai brand ambassador L’Oreal Paris yang merupakan official make-up gelaran bergengsi tersebut.

Tahun 2016, nama Dian Sastro kembali tayang di layar lebar dalam sekuel kedua film legendarisnya, Ada Apa Dengan Cinta? 2. Dian juga kembali bermain film layar lebar, Kartini yang tayang di bulan April tahun 2017.

Lalu di tahun 2018, Dian Sastro ikut membintangi film The Night Comes For Us yang tayang perdana pada Fantastic Fest pada tanggal 22 September 2018, dan kemudian tayang melalui jaringan Netflix pada tanggal 19 Oktober 2018.

Tidak berhenti di sana, masih di bulan September tahun 2018, Dian juga bermain di film layar lebar berjudul Aruna dan Lidahnya.

Usaha

Selain berkarier di dunia model dan perfilman, Dian Sastro juga merintis usaha.

Pada tahun 2014, Dian dan 2 temannya mulai merintis bisnis bersama bernama 3 Skinny Minnies dalam usaha katering diet.

Lalu Dian dan anggota 3 Skinny Minnies membuat usaha bisnis baru lagi di tahun 2017 dengan mendirikan sebuah restoran di Senayan City, Jakarta yang bernama MAM.

Dengan berbekal ilmu fotografi dan jaringan fotografer selama menjadi model dan bintang iklan, di bulan Februari tahun 2017 Dian Sastro beserta 4 rekannya, Endra Marsudi, Hermawan Sutanto, Damon Hakim dan Michael Tampi, mulai membangun usaha rintisan (startup) di bidang fotografi wisata (travel photography) bernama Frame A Trip.

Dengan kejelian Dian melihat celah pasar generasi milenial yang suka traveling dan kian berburu likes di dunia media sosial, kini Frame A Trip sudah bisa melayani lebih dari 200 kota di seluruh dunia dan terus berkembang dengan pesat.

Frame A Trip juga memperkuat posisinya di pasar Indonesia lewat kerja sama dengan Kementerian Pariwisata sebagai mitra dalam mempromosikan merek Pesona Indonesia (co-branding Wonderful Indonesia).

Tujuannya agar banyak destinasi wisata di Indonesia bisa kian maju, dikenal, dan diminati oleh turis domestik serta turis internasional lewat promosi foto-fotonya yang eksotis dan mengagumkan.

Kehidupan pribadi

Dian Sastrowardoyo adalah anak dari pasangan Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo dan Dewi Parwati Setyorini. Hobinya adalah membaca, nonton, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan seni.

Selain sebagai aktris, Dian pernah memiliki rubrik sendiri di majalah GADIS yang berntajuk Kata Dian.

Di rubrik tersebut, ia menyalurkan bakat menulisnya dan berkomunikasi dengan pembaca majalah Gadis. Ia adalah lulusan jurusan filsafat FIB UI (S1) dan kemudian melanjutkan ke jenjang paska sarjana (Master) Manajemen Keuangan di MM UI dan lulus tahun 2014 dengan predikat cum laude.

Dian masih mempunyai hubungan keluarga dengan tokoh pergerakan nasional yakni Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo dan juga penyair Subagio Sastrowardoyo, di mana mereka adalah kakak dari kakek Dian.

Dian menikah dengan Maulana Indraguna Sutowo pada tanggal 18 Mei 2010. Tanggal 17 Juli 2011 Dian melahirkan anak laki-laki pertamanya, Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo dan putrinya, Ishana Ariandra Nariratana Sutowo lahir tanggal 7 Juni 2013 .

Data diri

Nama lahir: Diandra Paramita Sastrowardoyo
Nama lain: Dian Sastro
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 16 Maret 1982

Pekerjaan :
Aktris
Model
Bintang Iklan
Co-Founder Frame A Trip

Tahun aktif : 1989 – sekarang

Pasangan : Maulana Indraguna Sutowo

Anak
Syailendra Naryama Sastraguna Sutowo
Ishana Ariandra Nariratana Sutowo

Orang tua
Ayah: Ariawan Rusdianto Sastrowardoyo (Almarhum)
Ibu: Dewi Parwati Setyorini

Alma mater : Fakultas Sastra & Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (selesai;2007 & 2014)
Situs web : www.frameatrip.com

Instagram: @therealdisastr

Pendidikan

TK: Don Bosco
SD: SD Strada Van Lith II, Duren Sawit, Jakarta
SLTP: SMP Vincentius Otista, Jakarta.
SLTA: SMA Tarakanita 1, Pulo Raya, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan.
S-1: Fakultas Hukum UI (tidak tamat)
S-1: Jurusan Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (lulus Juli 2007)
S-2: Fakultas Ekonomi, Magister Manajemen Universitas Indonesia (lulus cum laude Agustus 2014)

Filmografi

2001 Pasir Berbisik Daya
2002 Ada Apa dengan Cinta?
2004 Puteri Gunung Ledang
2005 Banyu Biru
2005 Ungu Violet
2005 Belahan Jiwa
2006 Dunia Tanpa Koma
2006 Bukan Kesempatan yang Terlewat
2008 3 Doa 3 Cinta
2008 Drupadi
2014 Ada Apa dengan Cinta? 2014
2014 7/24
2015 Gangster
2016 Ada Apa dengan Cinta? 2
2017 Kartini
2018 The Night Comes For Us
2018 Aruna dan Lidahnya
2018 After. 11

Penghargaan

1996: Juara 1 GADIS Sampul 1996 Majalah Gadis
2002: Bintang Lux 2002 dari JWT AdForce-Unilever
2002:
Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Deauville, Prancis, dalam film Pasir Berbisik
Aktris Terbaik pada Festival Film Internasional Singapura ke-15 dalam film Pasir Berbisik
Aktris Terpuji pada Festival Film Bandung dalam film Ada Apa dengan Cinta?
2003: Aktris Layar Lebar Terfavorit (2003-2007) versi responden DetEksi Jawa Pos
2004: Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2004, dalam film Ada Apa dengan Cinta?
2005: Aktris Berbakat (The Most Promising Actress) pada Festival Film Asia Pasifik, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kompas.com “Dian Sastrowardoyo: Kami Bersama TNI dan Polri”,  ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!