Pupuk Langka, Ini Dugaan Kadis Pertanian Bone

oleh

BONE.COM, WATAMPONE – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hoktikultura dan Perkebunan (PTPHP) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sunardi Nurdin angkat bicara terkait kelangkaan pupuk yang terjadi di beberapa wilayah Bumi Arung Palakka.

Sunardi menduga kelangkaan pupuk dipicu oleh minimnya modal bagian penyaluran, sehingga penebusan lamban dan pupuk pun jadi terhambat sampai ke petani.

Sebagian Distributor diduga lambat melakukan penebusan untuk menjaga stok yang dijatahkan oleh Produsen karena harus menunggu penebusan dari para Pengecer, sementara pengecer sendiri menunggu uang pesanan dari petani. Akibatnya, stok pupuk yang seharusnya sudah tersedia ditangan lini ini pada saat dibutuhkan, ternyata tidak ada dan atau tidak cukup,

“Masalahnya ada pada distributor, mungkin mereka belum melaksanakan penebusan. Pupuk tidak akan tersalur kalau tidak dibayar dulu,”kata Kadis PTPHP Bone Sunardi Nurdin, Kamis (15/5/2019) malam.

Tahun ini, lanjut Sunardi, kuota pupuk untuk Kabupaten Bone sebanyak 92 ribu ton. Dengan kuota sebanyak itu, Ia yakin realisasi kebutuhan pupuk bisa terpenuhi selama penebusan dan penyaluran berjalan sesuai basis Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Kalau memang sudah tinggi realisasi penggunaan dan habis kuotanya di Kecamatan, maka kami akan relokasi kuota dari Kecamatan lain, karena kuota Bone 92 ribu ton. Masa langsung habis,”ketus Sunardi

“Kalau bulan Nopember habis kuota, itu mungkin, tapi ini kan baru awal musim tanam,”tambahnya

Selain itu, Kadis PTPHP Bone juga menyebutkan kelangkaan pupuk bisa saja diakibatkan oleh serentaknya musim tanam padi dan jagung, sehingga penggunaan pupuk makin tinggi. Sementara penebusan lamban yang berdampak pada kurangnya suplai pupuk yang sampai ke petani.

Untuk memastikan semua itu dan petani bisa dapatkan pupuk, Ia mengaku telah menerjunkan tim dari Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Bone. “Ini hari mereka ke Mare, Barebbo dan Sibulue. Mungkin besok kesana (Ulaweng),”tutupnya.

Sebagaimana telah diberitakan bone.com, warga Desa Tea Musu Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone mengeluhkan kelangkaan pupuk di desanya.

Hal tersebut diungkapkan salah satu warga Desa Tea Musu, Yudhi Zheptembert melalui akun media sosialnya kepada media.

“Kenapa langka begini pupuk di Alinge desa Tea Musu Kec Ulaweng Kab Bone,”tulis Yudhi

Lebih lanjut Yudhi menuliskan keluhannya lantaran pasokan pupuk yang datang hanya satu truk dan itupun habis diserbu warga dalam waktu satu jam. Ia menilai penyaluran pupuk yang dipentingkan hanyalah petani jagung bukan petani padi atau lainnya.

“Padahal waktunya didata tidak ada jagung, semua padi saja yang didata. Kita yang mau pupuk padi tidak ada di dapat,”keluhnya.(Bone.com).

Laporan Wartawan Bone.com @juzanmuhammad ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!