Pemkot Pangkalpinang ajak para buruh tingkatkan solidaritas

oleh

Pangkalpinang – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang mengajak masyarakat Babel, khususnya para buruh di Kota Pangkapinang untuk meningkatkan solidaritasnya dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2019.

"Melalui peringatan May Day, mari kita jadikan Babel tersenyum serta mengedepankan solidaritas, namun tetap kritis," kata Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil yang diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Suryo Husbandoro di Pangkalpinang, Rabu.

Ia mengatakan, melalui peringatan Hari Buruh ini Pemkot Pangkalpinang mengajak masyarakat untuk meningkatkan solidaritas, guna mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha.

Salah satu dimensi pembangunan ketenagakerjaan adalah pembinaan hubungan industrial yang diarahkan untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.

Pemkot Pangkalpinang berkomitmen mengupayakan dan mendorong lembaga kerjasama Tripartit Kota Pangkalpinang untuk mengagendakan kegiatan positif, sehingga peringatan May Day dilaksanakan melalui kegiatan sosial dan dialog ketenagakerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkot Pangkalpinang juga berkomitmen meningkatkan dialog dengan serikat pekerja atau buruh dengan peneknan wawasan kebangsaan, nasionalisme dan cinta tamah air, serta mengurangi isu substanrive yang di usung pada peringatan May Day.

"Kita juga berkomitmen membangun dan mengembangkan sinergitas kerjasama dengan instansi dan lembaga terkait namun tetap merujuk pada ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Ia menambahkan, hingga Desember 2018, Pemkot Pangkalpinang mencatat jumlah perusahaan aktif di Pangkalpinang ada 1.452 perusahaan, jumlah tenaga kerja 9.595 oranag dan jumlah kepesertaan BPJS ada 29.040 orang.

Pertumbuhan ekonomi di dunia usaha swasta merupakan tumpuan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemkot Pangkalpinang senantiasa memfasilitasi dan berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan berpihak pada usaha swasta yang banyak menyerap tenaga kerja.

Perlu pengaturan hak dan kewajiban antara pekerja dan pengguna tenaga kerja secara selaras dan seimbang, sehingga tidak ada lagi benturan permasalahan antara perusahaan atau pengusaha dengan pekerja.

"Kita berharap peringatan Hari Buruh ini dapat menjadi momentum kebangkitan pekerja dalam pembangunan secara nasional serta secara khusus di Kota Pangkalpinang," ujarnya.

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!