Tipu 76 Calon Jamaah Umrah, DuaTersangka Travel Bodong di Makassar Terancam Lima Tahun Penjara | Makassar Uri.co.id

Makassar Uri.co.id

Menu

Tipu 76 Calon Jamaah Umrah, DuaTersangka Travel Bodong di Makassar Terancam Lima Tahun Penjara

Tipu 76 Calon Jamaah Umrah, DuaTersangka Travel Bodong di Makassar Terancam Lima Tahun Penjara
Foto Tipu 76 Calon Jamaah Umrah, DuaTersangka Travel Bodong di Makassar Terancam Lima Tahun Penjara

URI.co.id, MAKASSAR– Polda Sulawesi Selatan menetapkam dua tersangka terkait penipuaan 76 calon jemaah umrah. Mereka, yakni Arsyad (26) dan Hariyadi. Keduanya pun terancam hukuman maksimal penjara lima tahun.

“Keduanya kita sangkakam Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP ancaman 5 tahun penjara,” terang Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, saat pers rilis di Mapolda, Rabu (13/9/2017).

Sebelumnya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan meringkus dua tersangka kasus penipuaan calon jemaah umrah yang beroperasi di wilayah Sulsel.

Polda Sulsel pun menggelar Pers Rilis terkait pengungkapan kasus tersebut di Mapolda Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan, Rabu (13/9/2017).

“Perusahaan bernama PT Arca Perkasa Makassar yang diklaim kedua tersangka sebagai jasa travel umrah diketahui ternyata bodong, tak ada kantor maupun izin dari Kemenag,” papar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Travel umrah tersebut diduga memberikan tiket palsu kepada 76 jemaah umrah. Akibatnya, calon jemaah batal berangkat ke Mekkah.

“Dalam kasus ini, bukan hanya 76 jemaah umrah yang ditipu. Tapi, juga CV Madin Sejahtera Tours and Travel merasa ditipu dan melaporkan kasus ini ke Polda Sulsel. Karena CV Madin Sejahtera Tours and Travel lah yang mencari jemaah sejak tahun 2014 lalu,” katanya.

Setelah terkumpul 76 jemaah, CV Madin Sejahtera menyetorkan uang senilai Rp 1.080.000.000. Uang tersebut untuk memberangkatkan 76 orang jemaah umrah yang dijanjikan terbang Mei 2015.

Kasus ini sebelumnya pernah dilaporkan namun PT Arca Perkasa Makassar berjanji akan memberangkatkan 76 jemaah umrah.

“Setelah jatuh tempo pada Mei 2015, ternyata, kedua tersangka tidak dapat memberangkatkan umrah. Merasa terdesak, kedua tersangka lalu membuat 76 e-tiket penerbangan Plynas dan menyerahkan ke CV Madin Sejahtera,” ucapnya.

“Namun, saat di bandara, 76 jemaah umrah lagi-lagi batal berangkat karena tiket yang dipegangnya palsu,” tambahnya.

Dicky mengatakan, 76 jemaah ini mengikuti promo perjalanan umrah yang masing-masing menyetorkan uang Rp 14 juta pada 2015.

Kedua tersangka sempat diminta para pelapor agar mengembalikan seluruh uang jemaah. Mereka menyatakan tidak sanggup karenanya akan membayar dengan cara mengangsur. (uri/auzi/hairani/FK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Makassar Uri.co.id